kpop

Apa itu kpop ? dan kenapa di sebut kpop

Apa yang terlintas di benak kamu apabila mendengar kata Kpop? Ya, Korean Pop ataupun yang biasa kita tahu dengan Kpop ialah industri musik Korea Selatan yang identik dengan tim yang beranggotakan banyak member, musik yang up- beat serta tarian mereka yang enerjik. Kpop di Indonesia sendiri telah bukan perihal yang baru lagi paling utama untuk anak muda. Penggemar Kpop sendiri umumnya diucap dengan Kpopers. Mulai dari Luar biasa Junior, SNSD, EXO, BTS, Twice, Sistar serta masih banyak lagi tim Kpop lain yang dikala ini sangat diidolakan oleh anak- anak muda di segala dunia. Kpop jadi perihal yang sangat meledak serta booming kala masa Luar biasa Junior dengan single- nya yang berjudul Sorry Sorry keluar di pasaran.

Untuk mendapatkan artikel terupdate seputar kpop, kamu bisa mengakses situs kpop bahasa indonesia bernama zigi, tidak hanya kpop zigi sendiri memeiliki beberapa kanal seperti lifestyle, film, biodata dan apapun yang berkaitan tentang anak muda

Sesungguhnya, Kpop itu apa? Kpop ialah gabungan antara pop culture

dengan akumulasi lirik Bahasa Korea sehingga menjadikan satu genre musik baru ialah Korean Pop ataupun Kpop. Budaya musik pop yang diadopsi oleh Kpop sesungguhnya telah tumbuh lama ialah semacam yang kita tahu, pop berasal dari Amerika. Kpop mengadopsinya serta setelah itu memadukannya dengan bahasa serta budaya mereka. Jadi, Kpop sendiri tidak seratus persen budaya yang berasal dari Korea Selatan. Umumnya dalam Kpop pula diselipkan lirik rap yang jadi karakteristik khas musik Kpop, ialah dalam Kpop senantiasa terdapat part vokal serta rap.

Tetapi, sesungguhnya apa yang membuat Kpop itu Kpop? Semacam tadinya, kita mengenali kalau musik Kpop sendiri tidak seratus persen dari Korea Selatan, melainkan Kpop mengadopsi musik pop setelah itu menggabungkannya dengan budaya mereka. Tetapi, selaku industri musik yang mendunia berusia ini, stigma warga spesialnya untuk penggemar Kpop Internasional berpikiran kalau, Kpop ialah budaya Korea Selatan serta yang terletak di dalam industri itu haruslah orang Korea Selatan( Asia). Seseorang dari Vice( youtube channel) bernama Lee Adams tiba ke Korea Selatan buat mencari ketahui gimana suatu tim Kpop yang anggotanya bukan berasal dari Korea bisa bertahan di industri musik Korea Selatan. Perempuan dari Korea Selatan bernama Bora Kim melaksanakan eksperimen ialah dia mau mengenali apa sesungguhnya yang mebuat Kpop itu Kpop?

Bora ialah perempuan Korea yang bersekolah di Columbia University serta lagi mau melaksanakan eksperimen dengan membentuk tim Kpop yang member- nya bukan berasal dari Korea Selatan. Awal mulanya, dia membuka audisi secara terbuka, serta dia kaget dengan realitas kalau banyak sekali orang yang mau berpartisipasi dalam eksperimen tersebut. Dari sekian banyak orang yang dipilih buat jadi member EXP Edition, terdapat 4 orang yang lolos audisi tersebut serta melaksanakan training semacam idol Kpop yang lain. Antara lain Sime( Kroasia- Amerika), Frankie( Rhode Island), Koki( berdarah Jepang- Jerman tetapi berkembang di Texas Amerika), serta Hunter( dari New York). Mereka seluruh mempunyai latar balik yang berbeda tetapi rata- rata mereka mempunyai pengalaman dalam perihal teater musikal. Bora menggalang dana buat eksperimennya ini dengan pemasukan dekat Rp. 500. 000. 000-, yang dia jalani di Kickstarter.

Selaku orang yang tidak memiliki pengalaman dalam industri hiburan Korea Selatan, Bora butuh belajar dalam melaksanakan eksperimennya. Mulai dari proses training para idol sampai pemasaran mereka. Rata- rata seseorang trainee di Korea berlatih lebih dari 10 jam per hari serta persaingan yang ketat pula terus menjadi menyulitkan peluang mereka buat debut. Tingkatan stress yang besar akibat latihan tidak tidak sering pula membuat para trainee memutuskan buat keluar serta apalagi mau mengakhiri hidupnya. Perihal ini pula wajib jadi pertimbangan Bora dalam melaksanakan eksperimen ini. Bora sangat optimis dengan eksperimen yang dia jalani.

Para member setelah itu melaksanakan training di Korea Selatan, mulai dari belajar Bahasa Korea, berlatih vokal, rap, serta koreografi. Mereka pula tinggal di suatu dorm ataupun basecamp semacam seperti suatu tim idol Korea. Seluruh perihal yang berkaitan dengan idol Kpop sudah mereka lakukan, serta kesimpulannya mereka didebutkan pada tahun 2015. Tetapi tunggu, apa reaksi warga tentang tim Kpop awal yang membernya bukan orang Korea? Reaksi warga sangat mengejutkan! Fans Kpop internasional malah bereaksi menentang tim tersebut. Mereka terang- terangan mengkritik kalau itu bukan Kpop yang mereka mau. Fans Kpop yang berasal dari luar Korea berkomentar kalau, itu tidaklah Kpop yang mereka mau, mereka tidak menginginkan orang berkulit putih terdapat dalam musik Kpop yang mereka gemari.

Yang berbanding terbalik malah respon ditunjukkan oleh masyarakat Korea Selatan sendiri, walaupun tidak sangat hangat reaksi tentang timbulnya tim ini, namun masyarakat Korea sendiri menyangka mereka sama dengan tim Kpop yang lain. Mereka bernyanyi, menari, rap serta mempunyai video klip yang sama dengan tim idol yang lain. Bora pula menegaskan kalau dalam Kpop, tidak terdapat faktor tradisional Korea apapun di dalamnya. Sebab baginya Kpop mempunyai faktor yang sama dengan budaya pop yang lain serta siapapun dapat jadi seseorang idol Kpop tidak menutup mungkin orang kulit putih.

Selaku penikmat musik Kpop, aku pula sependapat dengan fans Internasional yang lain ialah, aku tidak begitu tertarik dengan tim Kpop yang tidak mempunyai anggota dari Korea Selatan. Hendak terasa sangat aneh kala memandang 5 orang berkulit putih, menari serta bernyanyi dengan Bahasa Korea yang mana mereka tidak hendak sefasih orang Korea asli kala menyanyikannya. Sangat canggung serta cenderung kurang menarik. Tetapi, dari sana aku mulai berfikir kalau, apa yang membuat musik Kpop itu Kpop? Apakah mereka seluruh wajib berasal dari Korea? Apakah nyanyiannya wajib berbahasa Korea?

Bisa jadi, seluruh ini berangkat dari stigma warga tentang Kpop itu sendiri. Mereka berpikiran kalau, seluruh suatu yang berbau Korea Selatan itu Kpop, seluruh orang Korea menggemari Kpop. Tetapi pada kenyatannya, Kpop sendiri belum pasti di sambut hangat oleh warga mereka( Korea Selatan). Kpop memanglah sangat mendunia dikala ini, serta itu menjadikan mereka meraup untung jutaan dolar dari segala dunia serta tidak kita pungkiri jadi pemasukan terbanyak untuk pemerintah Korea Selatan sendiri. Apa yang membuat Kpop itu Kpop merupakan stigma warga tentang Kpop yang identik dengan budaya Korea serta seluruh tentang Korea yang terdapat di dalamnya tanpa ketahui kalau Kpop sendiri sesungguhnya bukan perihal yang murni dari Korea Selatan melainkan adopsi budaya pop serta setelah itu diasimilasi jadi Kpop. Serta sesungguhnya seluruh orang dapat jadi seseorang yang terletak dalam industri itu. Jadi, gimana Kpopers? Masih menyangka Kpop haruslah orang Korea? Itu bergantung perspektif kamu serta kamu pula leluasa buat membagikan komentar.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *