Mual Ibu Hamil disertai Muntah? Solusinya..

Mual ibu hamil atau ketika sebelum hamil adalah hal yang sering dialami oleh calon ibu. Kehamilan tentu menjadi momen berharga bagi setiap pasangan. Tak cuma peran istri, kehadiran suami selama masa kehamilan juga penting, Bunda.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Dr. Sarah Bjorkman mengatakan, suami paling tidak harus tahu dasar kehamilan dan kondisi bayi untuk membantu istri melewati fase kehamilan. Selain itu, pahami juga perubahan yang terjadi pada istri.

Umumnya mual dan muntah biasa akan mereda setelah melewati trimester pertama kehamilan, namun muntah berlebihan yang disebabkan oleh hyperemesis gravidarum bisa terus berlanjut hingga minggu ke-20, bahkan sepanjang kehamilan.

Terapi Pengurang Rasa Mual Saat Hamil | Prenagen

Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini juga bisa mengakibatkan dehidrasi dan kehilangan berat badan, karena ibu hamil jadi tidak bisa makan dan minum.

Mual Ibu Hamil: Penyebab Hyperemesis Gravidarum

Penyebab terjadinya hyperemesis gravidarum belum diketahui dengan jelas. Namun, kondisi ini kerap dikaitkan dengan perubahan hormon yang dialami oleh ibu hamil. Hormon kehamilan yang diketahui berpengaruh pada munculnya muntah berlebihan ini adalah human chorionic gonadotropin (hCG) dan estrogen.

Selain karena faktor hormonal, muntah berlebihan saat hamil juga biasanya lebih berisiko terjadi pada wanita dengan kondisi berikut ini:

  • Baru pertama kali hamil.
  • Hamil anak perempuan atau hamil anak kembar.
  • Pernah mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya.
  • Memiliki ibu atau saudara kandung perempuan yang mengalami hyperemesis gravidarum.
  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas saat hamil.
  • Hamil anggur.
  • Memiliki penyakit tertentu, seperit penyakit tiroid, tukak lambung, penyakit asam lambung, dan migrain
    Hyperemesis Gravidarum: Severe Morning Sickness

Mual Ibu Hamil: Tanda dan Gejala Hyperemesis Gravidarum

Wanita hamil yang menderita hyperemesis gravidarum dengan beberapa tanda dan gejala berikut ini:

  • Mual terus-menerus
  • Muntah-muntah lebih dari 3-4 kali sehari
  • Pusing
  • Berat badan berkurang sebab sering muntah
  • Mengalami dehidrasi pengaruh sering muntah
  • Jarang buang air kecil
  • Lemas
  • Tekanan darah menurun
  • Kulit pucat dan teraba dingin
  • Pingsan

Perut Sakit Saat Hamil, Apakah Berbahaya dan Perlu Waspada?

Apabila mual muntah ini tidak memunculkan gejala tersebut, maka  gejala mual muntah itu yang normal di alami ibu hamil (morning sickness).

Namun, jika mual dan muntah yang dirasakan sangat berat sampai memunculkan gejala selain itu, maka ibu hamil sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Cara Mengatasi Hyperemesis Gravidarum

Jika tidak segera ditangani, hyperemesis gravidarum bisa meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah (BBLR). Bayi yang lahir prematur atau dengan BBLR rentan mengalami berbagai masalah kesehatan.

Sedangkan pada ibu hamil, muntah berlebihan bisa menyebabkan dehidrasi berat, malnutrisi, dan syok yang bisa berakibat fatal. Dalam menangani hyperemesis gravidarum, dokter akan menyesuaikan pengobatan dengan tingkat keparahan gejala dan ada tidaknya komplikasi.

Sedangkan untuk meringankan gejala, ibu hamil dapat melakukan beberapa cara berikut ini:

  • Makan dan minum dengan porsi sedikit namun sering.
    Air putih diminum jangan tunggu haus, ini alasannya! | theAsianparent  Indonesia
  • Mengonsumsi permen mint atau air jahe.
  • Mengonsumsi suplemen kehamilan yang mengandung vitamin B6 atau B1 sesuai dosis yang direkomendasikan dokter.
    Makanan yang Mengandung Vitamin B untuk Ibu Hamil | Popmama.com
  • Istirahat yang cukup.
  • Mengonsumsi minuman elektrolit atau minuman ion untuk mengatasi dehidrasi.
  • Menekan titik di tengah-tengah pergelangan tangan, tepatnya tiga jari dari lipatan pergelangan tangan dan di antara dua tendon. Tekan titik tersebut dengan kuat selama tiga menit.
  • Mendapatkan pijatan.

Jika muntah berlebihan saat hamil membuat Bumil sulit untuk makan atau minum, dokter akan menyarankan pemberian nutrisi dan cairan melalui infus. Dokter juga mungkin akan memberikan obat-obatan untuk mengatasi mual dan muntah. Obat ini bisa diberikan secara diminum (oral), melalui suntikan, atau lewat infus.

Apabila Bumil mengalami muntah berlebihan saat hamil, periksakanlah ke dokter kandungan atau rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang tepat sedini mungkin. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah komplikasi pada ibu hamil dan janin, seperti dehidrasi dan malnutrisi.

BACA JUGA : PENYEBAB SAKIT PADA RAHIM IBU HAMIL

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *