BCA Luncurkan E-commerce Khusus UMKM Lokal

BCA UMKM Fest

BCA UMKM FestBank BCA (Bank Central Asia) telah hadir di dunia perbankan sejak lebih dari 60 tahun untuk memenuhi kebutuhan keuangan masyarakat. Beroperasi sejak 1957, dan terus tumbuh menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia. Layanan BCA yang dapat dinikmati sampai sekarang seperti klikBCA, Mobile Banking, ATM BCA dan lain-lain.

PT Bank Central Asia Tbk membuat platform belanja online (e-commerce) untuk memasarkan 18.000 produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).  Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, mengatakan bahwa platform yang bernama BCA UMKM Fest ini bakal diluncurkan pada Jumat (16/4/2021). Berbeda dengan e-commerce biasa, platform ini khusus menjual produk UMKM lokal.

Platform ini diperuntukkan bagi UMKM yang belum piawai terjun ke platform e-commerce pada umumnya.

“Selama Covid-19 mobilitas berkurang, masyarakat enggak bisa ke toko, tapi mau beli KPR, mau beli mobil, dan lain-lain. Berkaca dari itu, kami coba upayakan punya platform virtual untuk UMKM lokal,” kata Jahja dalam konferensi virtual Opening Ceremony BCA UMKM Fest, Kamis (15/4/2021).

Ada sekitar 1.500 UMKM yang akan bergabung dalam platform tersebut, setelah berhasil melewati sesi kurasi. Melalui e-commerce, para UMKM bisa meningkatkan penjualan. Terutama ketika masyarakat berbondong-bondong memenuhi kebutuhan puasa dan juga lebaran. Sama seperti e-commerce pada umumnya, e-commerce yang digagas BCA menyediakan opsi pembayaran dan pengiriman “Pembayaran sebagian besar menggunakan kartu dan online payment BCA, delivery barang dilakukan seperti e-commerce melakukan itu, ada 2 logistik company yang support. Jadi sama seperti Anda belanja di e-commerce,” ujar Jahja.

Para UMKM nantinya akan didampingi dan belajar mengenai tata cara penjualan online. Pihak bank juga bersedia memberikan akses pembiayaan bagi UMKM yang memang niat bertumbuh.

PT Bank Central Asia Tbk juga telah meminta bantuan kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri untuk memberikan akses bagi para UMKM yang siap melakukan ekspor, salah satunya berkenalan dengan konsulat dagang luar negeri.

Dari 1.500 UMKM yang mengikuti program, tercatat ada 80 UMKM yang siap ekspor. Lalu, ada pula 28 calon pembeli dari luar negeri yang telah menyatakan minatnya pada produk-produk lokal tersebut.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *